WELCOME TO MY BLOG ...










Minggu, 30 Oktober 2011

KEINDAHAN BAGI JIWA BAIK YANG CINTANYA DINISTAI

Bagimu jiwa baik yang cintanya dinistai,

langit ini runtuh, bumi ini gelap, laut mendidih, udara serasa pekat berjelaga, dan air serasa pasir .....
tapi sesungguhnya engkau terluka bukanlah oleh rasa kehilangan orang yang kau cintai tapi karena rasa terhina terbuang tersia-siakan, dan dirampoknya rasa berhak untuk hidup dengan baik.
penghianatan cinta tidak mencabik orang itu darimu, tapi merusak rasa hormat darimu.

Engkau dibuatnya merasa tak berguna, tak bernilai, tak pantas dihargai dan tak dipertimbangkan dalam mengalihkan perhatiannya kepada orang lain yang belum tentu sebaik dirimu.
engkau dibuat bertanya-tanya dalam kesendirianmu mengenai apa yang memantaskanmu bagi perlakuan senista ini.
memang...penghianatan cinta adalah penghinaan terkejam kepada rasa hormatmu kepada dirimu sendiri
itu yang menjadikanmu geram dan ingin melihatnya meregang terpanggang api neraka dan terlantar antara pingsan dan mati penuh duri dan racun.

Ooh...betapa dendam itu mentenagai malam-malam panjang yang berselang-seling antara tangis dan rencana pembalasan dendam.
tapi karena kebaikan jiwamu, engkau tahu engkau tak mungkin berlaku kejam bahkan kepada orang yang mengejamimu, alih-alih engkau melunglai lemah dalam keinginan untuk lari dan menghilang dari kesadaranmu, agar engkau lupa betapa rendahnya engkau diperlakukan.

Saat dimana engkau merasa kehilangan dirimu adalah saat yang paling tepat untuk membangun dirimu yang baru, yang lebih damai karena kekuatannya, dan yang lebih kuat karena keikhlasannya.
engkau yang kehilangan dirimu, harus bersyukur, karena engkau bisa membangun dirimu yang baru, tanpa direpoti oleh sisa-sisa sikap dan kebiasaan buruk pada dirimu yang lama.
ini adalah saat dimana engkau harus mendekatkan dirimu kepada Tuhan, kepada orang tua dan mereka yang nasehatnya telah kau abaikan, dan kepada diri sejatimu yang telah sesungguhnya memberitahumu bahwa engkau akan terluka.

Sekarang... tenangkanlah dirimu, damaikanlah hatimu, lapangkanlah nafasmu... diamlah sebentar... diamlah... sampai engkau mendengar kesunyian di dalam hatimu ...
Hmm... mudah-mudahan sekarang benderang bagimu bahwa sesungguhnya luka hatimu karena pembuangan oleh orang yang tak tahu diri itu, adalah sesungguhnya cara Tuhan untuk mendekatkan dirimu kepada dirimu sendiri.
Sekarang, dalam nalarmu yang lebih mengerti, tetapkanlah berapa banyak waktu yang masih kau butuhkan untuk bersedih dan berlemah-lemah dalam acara mengasihani dirimu sendiri yang sesungguhnya sangat gengsi dan benci dikasihani oleh orang lain.
setelah itu, tetapkanlah waktu bagi dirimu yang baru untuk melatih cara senyum yang baru, yang lebih segar, yang lebih tulus, dan lebih damai.
.........
Sekarang, dalam senyum dan penghormatan yang tulus kepada keindahan dari penciptaanmu di dalam kehidupan ini, tegakkanlah jiwamu dan tegapkanlah untuk menjadi pribadi yang baru, yang damai karena kekuatannya, dan yang kuat karena keikhlasannya.

Engkau jiwa yang baik.
Berbahagialah ......


Mario Teguh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar